Aplikasi game education yang bermanfaat untuk mengasah pengetahuan khususnya anak- anak Sekolah Dasar terkait dengan pengetahuan- pengetahuan dasar mengenai nama- nama pahlawan yang bernama game Who I am
Apps: http://app.appsgeyser.com/4989030/Who%20i%20am
Jumat, 14 Juli 2017
Senin, 29 Mei 2017
Wisata Alam Jogja
Yogyakarta memiliki destinasi wisata alam yang sangat banyak dan tidak kalah menarik dengan provinsi- provinsi lain yang ada di Indonesia. Selain pantai parangtritis dan pantai pasir putih yang berada di Gunung Kidul Wonosari, objek wisata pegunungan yang terletak di Kediwung, Mangunan, Dlinggo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak kalah menariknya dan sekarang menjadi tempat wisata alam yang dicari- cari oleh anak- anak muda.
Senin, 17 April 2017
Bagian Kerangka Manusia
Dalam pembelajara ICT kali ini, saya di ajarkan bagaimana membuat video pembelajaran menggunakan PowToon. Dalam proses pembuatannya sendiri, saya menggunakan PowToon online yang tidak berbayar. Menurut saya membuat video pembelajaran menggunakan PowToon ini cukup menarik dan dipermudah karena sudah disediakan pilihan tema- tema dan animasi yang menarik.
Tetapi dalam pembuatan video pembelajaran ini hasil video saya kurang maksimal karena keterbatasan signyal untuk tersambung ke internet, jadi dalam pembuatannya sendiri mengalami kendala yaitu loading yang cukup lama sehingga membutuhkan kesabaran ekstra.
berikut adalah hasil dari video pembelajaran yang saya buat menggunakan aplikasi PowToon
Senin, 03 April 2017
Anak Berkebutuhan Khusus
Dalam Pendidikan Guru Sekolah Dasar khususnya pada smester empat ini saya mendapat mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (PABK). Pengertian anak berkebutuhan khusus yaitu anak yang jika di lihat secara signifikan merupakan seorang anak yang memiliki kelainan, baik dalam fisik, emosional, mental ataupun sosial, dalam proses pertumbuhannya jika di bandingkan dengan sejumlah anak yang lainnya yang memang seusia dengannya. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak yang berkebutuhan khusus (ABK) bukanlah sebuah penyakit melainkan gangguan dalam perkembangan anak jadi, anak yang berkebutuhan khusus tidak dapat di sembuhkan tetapi dapat dikurangi melalui mencegah gejala- gejalannya dan selalu memberi pendampingan.
Jenis- jenis ABK
- Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan. Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus
- Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran Tunarungu adalah yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak yang menderita tunarungu selain mengalami permasalahan dalam pendengaran juga mengalami permasalahan dalam berkomunikasi dan berbahasa.
- Tunagrahita Tunagrahita (retardasi mental) adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata(IQ dibawah 70) sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus.
- Slow Learner Lamban belajar (slow learner) adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespons rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tunagrahita, lebih lamban dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus
- Gifted Adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan (intelegensi), kreativitas, dan tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anak seusianya (anak normal)
Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi dalam berbagai bidang ini memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan terutama untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan sangat membantu anak- anak yang berkebutuhan khusus yaitu tunarungu .
Pembelajaran abad 21
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi - khususnya komputer, sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik.
Fakta lain yang tidak dapat kita pungkiri adalah di era digital informasi ini, anak-anak Indonesia menerima informasi yang berlimpah dari berbagai macam sumber informasi seperti TV, radio, majalah, koran dan internet. Informasi tersebut telah membentuk pemahaman awal terhadap berbagai konsep dan peristiwa di dunia ini sehingga membuat mereka menjadi kritis dalam menerima masukan, arahan atau pelajaran baru dari guru dan orang tua. Para guru dan orang tua saat ini menghadapi era transisi yang sangat luar biasa dan menghadapi tantangan yang besar dalam upaya membesarkan dan mendidik anak-anak, sebab generasi orang tua dan guru saat ini dibesarkan dalam sebuah era yang jauh berbeda dengan era anak-anak sekarang.
Berikut ini adalah video mengenai abad 21 Semoga bermanfaat
Rabu, 22 Maret 2017
Kebudayaan Desa ku
Setiap tanggal satu suro desa saya memperingati merti dusun yang diselenggarakan di pelataran keraton Bathok Bolu Sambiroto. Merti dusun ini biasannya di laksanakan selama tujuh hari. Setiap malamnnya masyarakat Dusun Sambiroto menyuguhkan kesenian- kesenian daerah seperti kuda lumping, campur sari, wayangan dan dimeriahkan dengan arak- arakan bentara prajurit Bathok Bolu. Di arak- arakan ini, warga Dusun Sambiroto biasanya menggarak tumpeng berupa sayuran hasil panen, nasi kuning dan nasi uduk yang dibentuk tumpeng dan dihias sedemikian rupa. Hal ini di lakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan.Arak- arakan biasanya dimulai dari lapangan sambiroto menuju ke Pelataran Keraton Bathok Boludengan diikuti prajurit pembawa tombak, prajurit pembawa tameng, prajurit pembawa alat musik, prajurit perempuan sebagai penabur bunga, kepala desa dan warga sambiroto yang berpakaian kejawen.Sesampainya di alun- alun Keraton Bathok Bolu, dilanjutkan dengan di lakukan serah terima secara simbolis banyu panguripan dan uba rampe dari bregada prajurit kepada punggawa upacara adat.
Bentara Bergodo Bathok Bolu didesa saya sudah sering mengikuti festival- festival yang diselenggarakan di keraton yogyakarta dan sering mendapatkan penghargaan. Bergodo Bathok Bolu ini pada tahun 2015 kemarin juga dikirim ke Jakarta sebagai perwakilan dari DIY untuk menunjukan kesenian dan tradisi Yogyakarta. Selama kurang lebih sebulan, semua penari baik itu prajurit laki- laki dan perempuan diajarkan menari dan latihan baris agar dapat berbaris secara rapi. Dalam perlombaan kebudayaan yang dilaksanakan di Jakarta tepatnya di TMII ini diikuti oleh semua daerah di indonesia baik itu dari kalimantan, papua, maluku, surabaya, jakarta, solo dan masih banyak lagi. dalam perlombaan Kebudayaan Nusantara ini, bergodo bathok bolu mengantongi 4 piala kategori barisan terapi, kostum termenarik, atraksi terbaik, dan kemeriahan. dan satu piala umum bergilir setra uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 sebagai warga Sambirto, saya sangat bangga karena memiliki dusun yang cinta akan tradisi.

Senin, 20 Maret 2017
Mind Map
Dalam perkuliahan ICT minggu kemarin tepatnya pada tanggal 14 Maret 2017, saya diajarkan tentang bagaimana membuat mind map menggunakan aplikasi Edraw max. Itu adalah kali pertama saya mencoba membuat mind map menggunakan Edraw max. Menurut saya aplikasi Edraw max sangat membantu dan mempermudah dalam pembuatan mind map. Pertama kali saya membuat mind map menggunakan Edraw max, saya sedikit kesusahan dan bingung karena banyaknya icon- icon yang masih asing bagi saya.
Dari gambar di atas, saya dapat memilih model untuk membuat mind map yang saya inginkan seperti yang ada pada Avaliable Templates. Tetapi dalam pembuatan mind map ini saya membuat menggunakan recent templates => blank drawing. Jadi dalam blank drawing ini saya dapat membuat mind map seprti yang saya inginkan.
berikut adalah hasil pembuatan mind map saya menggunakan Edraw max
gambar di atas adalah hasil mind map pertama saya menggunakan Edraw max. Saya merasa mind map saya dalam segi tata letak dan design kurang memuaskan karena dalam menggunakan Edraw max saya masih mengalami kesulitan dan belum dapat memanfaatkan secara maksimal aplikasi dari Edraw max itu sendiri.
mind map manual
Minggu, 12 Maret 2017
Mind Mab dan Peta Konsep
Pada dasarnya mind map dan peta konsep memiliki pengertian yang hampir sama, karenannya keduannya sama- sama berisi rangkuman materi yang berbentuk bagan. Perbedaan yang mencolok pada mind map dan peta konsep terletak pada tampilannya.
Tampilan pada mind map lebih mencolok pada tampilannya atau desainnya yang menarik dengan gambar- gambar.
Tampilan Mind Map
Sedangkan pada peta konsep lebih terfokus pada isi dari materi dan terlihat lebih simpel karena pada penampilannya peta konsep tidak menggunakan desain gambar .
Tampilan Peta Konsep
Sekian penjelasan singkat mengenai perbedaan Mind Map dan Peta Konsep semoga bermanfaat.
Kamis, 09 Maret 2017
Senin, 06 Maret 2017
KEPRAMUKAAN
Perbedaan Kepramukaan, Gerakan Pramuka, dan Pramuka
Sejarah Pramuka di Indonesia
Lambang Gerakan Pramuka
Senin, 27 Februari 2017
Rabu, 15 Februari 2017
Perkembangan TIK Bidang Pendidikan di Indonesia
Sumber: http://belajar.dedeyahya.web.id/2011/10/perkembangan-tik-di-bidang-pendidikan.html
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi informasi terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.
Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.
Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online,dan lain-lain.
Jika kita melihat ke negara lain, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bisa dibilang cukup tertinggal. Peran pemerintah sangat diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pemerintah diharapkan dapat menyamaratakan perkembangan teknologi informasi disemua daerah di negara ini. Pemerintah diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.
Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan.
Selasa, 14 Februari 2017
Sekolah Dasar di Indonesia
Sumber: sumber: http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/peserta-didik-sekolah-dasar
Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).
Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah dasar negeri (SDN) di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Sedangkan Kementerian Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2001) Pasal 17 mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut:
(1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
(2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.
ICT untuk Pendidikan
Sumber: https://wawanlaksito.wordpress.com/2011/08/21/pemanfaatan-ict-dalam-pembelajaran/
Information Communication Technologi (ICT) adalah salah satu bidang kajian yang beberapa tahun kebelakang mulai berkembang di negara kita dan telah banyak diimplementasikan dalam berbagai bidang. Teknologi Informasi sama dengan teknologi lainnya, dalam teknologi informasi, informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Bentuk dari teknologi adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) yang diimplementasikan dalam tumpukan kertas (stacked of papers), atau sekarang berbentuk file-file dalam media penyimpan seperti disket, CD-ROM, flash disk.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses komunikasi informasi, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengolahan informasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi cendrung dikaitkan dengan teknologi terbaru, seperti komputer dan teknologi yang mutakhir. Teknologi Informasi dan Komunikasi terus mengalami perkembangan baik dari bentuk, ukuran, kecepatan dan kemampuannya. Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya.
Keberadaan ICT alias TIK telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia sehari-hari. ICT memainkan fungsinya sebagai sarana informasi, pendidikan dan hiburan. ICT bagaikan pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sebaliknya malah bisa sangat merugikan. Menguntungkan, dalam konteks pendidikan, jika pemanfaatannya diarahkan dan atau dikondisikan sebagai sarana hiburan, pendidikan dan informasi secara seimbang alias proporsional. Merugikan, jika tidak diarahkan atau dikondisikan alias didesain sedemikian rupa sehingga terintegrasi secara utuh dalam proses pembelajaran. Apa lagi jika anak atau siswa kita biarkan begitu saja..
Dalam proses belajar mengajar konvensional, Guru memiliki keterbatasan dalam mengajar siswa, walaupun masih banyak hal-hal positif juga yang dapat diperoleh darinya. Beberapa keterbatasan itu, diantaranya interaksi yang terbatas karena umumnya kelas diisi banyak siswa. Selama ini PBM terkendala karena jumlah siswa yang mengikuti kelas mencapai puluhan. Hal ini menjadikan PBM tidak optimal, karena data dan informasi yang tersampaikan kepada siswa tidak maksimal. Dalam hal ini, beberapa kasus patut diperhatikan. adalah adanya beberapa siswa yang “lambat”. “Siswa yang lambat bukan berarti ia bodoh, bisa saja ia cerdas tetapi hanya sedikit lambat dalam menerima pengarahan”, “Di sinilah komputer memahami anak-anak yang lambat dalam belajar, karena gaya belajar hanyalah permasalahan teknis”, Dengan menambahkan infrastruktur berupa personal computer (PC)/komputer, siswa akan mampu mengaktifkan semua indera dan sensitifitasnya melalui melihat, mendengar, dan membaca.
Pemanfaatan ICT sebagai media belajar dan mengajar diperlukan untuk mewujudkan efektifitas dan optimasi pembelajaran, namun perlu disadari bahwa apapun media yang digunakan prinsip pembelajaran tetap dipegang teguh. Pada saat berbicara mengenai “e-Learning” atau pendayagunaan media elektronik untuk efektifitas, efisiensi dan kemenarikan pembelajaran hanya berfokus pada kata “e” dan melupakan “learning”nya itu sendiri. Banyak sekolah yang berlomba-lomba melengkapi sekolahnya dengan fasilitas ICT, tapi pemanfaatannya tidak sesuai dengan kebutuhan. Atau banyak media elektronik yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tapi belum dioptimalkan. Keberadaan LCD Projector plus satu laptop dalam satu kelas tidak akan membawa perubahan yang berarti jika hanya digunakan oleh guru untuk menjelaskan pelajaran. Tapi akan jauh membawa perubahan yang berarti jika siswa diberi kesempatan untuk memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengungkapkan ide dan pengetahuannya kepada teman-temannya yang lain Ketika teknologi tersebut hanya dimanfaatkan oleh guru untuk mengajar, maka siswa hanya akan memperoleh pengetahuan tentang apa yang diajarkan dan sedikit gambar atau ilustrasi yang lebih menarik dan konkrit, itupun jika slide presentasi yang dibuatnya baik. Tapi, ketika dimanfaatkan siswa untuk mempresentasikan ide dan pengetahuannya kepada kawan-kawannya yang lain, maka siswa lain akan memperoleh pengetahuan, dan siswa yang berkesempatan menggunakan teknologi tersebut secara tidak langsung mengasah atau meningkatkan ICT literacy mereka dan kemampuan berpikir kritis, problem solving dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)













