Dalam pembelajara ICT kali ini, saya di ajarkan bagaimana membuat video pembelajaran menggunakan PowToon. Dalam proses pembuatannya sendiri, saya menggunakan PowToon online yang tidak berbayar. Menurut saya membuat video pembelajaran menggunakan PowToon ini cukup menarik dan dipermudah karena sudah disediakan pilihan tema- tema dan animasi yang menarik.
Tetapi dalam pembuatan video pembelajaran ini hasil video saya kurang maksimal karena keterbatasan signyal untuk tersambung ke internet, jadi dalam pembuatannya sendiri mengalami kendala yaitu loading yang cukup lama sehingga membutuhkan kesabaran ekstra.
berikut adalah hasil dari video pembelajaran yang saya buat menggunakan aplikasi PowToon
Dalam Pendidikan Guru Sekolah Dasar khususnya pada smester empat ini saya mendapat mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (PABK).Pengertian anak berkebutuhan khusus yaitu anak yang jika di lihat secara signifikan merupakan seorang anak yang memiliki kelainan, baik dalam fisik, emosional, mental ataupun sosial, dalam proses pertumbuhannya jika di bandingkan dengan sejumlah anak yang lainnya yang memang seusia dengannya. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak yang berkebutuhan khusus (ABK) bukanlah sebuah penyakit melainkan gangguan dalam perkembangan anak jadi, anak yang berkebutuhan khusus tidak dapat di sembuhkan tetapi dapat dikurangi melalui mencegah gejala- gejalannya dan selalu memberi pendampingan.
Jenis- jenis ABK
Tunanetra/anak yang mengalami gangguan penglihatan. Tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihatannya, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus
Tunarungu/anak yang mengalami gangguan pendengaran Tunarungu adalah yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak yang menderita tunarungu selain mengalami permasalahan dalam pendengaran juga mengalami permasalahan dalam berkomunikasi dan berbahasa.
Tunagrahita Tunagrahita (retardasi mental) adalah anak yang secara nyata mengalami hambatan dan keterbelakangan perkembangan mental jauh di bawah rata-rata(IQ dibawah 70) sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi maupun sosial, dan karenanya memerlukan layanan pendidikan khusus.
Slow Learner Lamban belajar (slow learner) adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalam beberapa hal mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespons rangsangan dan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan yang tunagrahita, lebih lamban dibanding dengan yang normal, mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulang untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik, dan karenanya memerlukan pelayanan pendidikan khusus
Gifted Adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan (intelegensi), kreativitas, dan tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anak seusianya (anak normal)
Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi dalam berbagai bidang ini memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan terutama untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan sangat membantu anak- anak yang berkebutuhan khusus yaitu tunarungu .
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi - khususnya komputer, sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik.
Fakta lain yang tidak dapat kita pungkiri adalah di era digital informasi ini, anak-anak Indonesia menerima informasi yang berlimpah dari berbagai macam sumber informasi seperti TV, radio, majalah, koran dan internet. Informasi tersebut telah membentuk pemahaman awal terhadap berbagai konsep dan peristiwa di dunia ini sehingga membuat mereka menjadi kritis dalam menerima masukan, arahan atau pelajaran baru dari guru dan orang tua. Para guru dan orang tua saat ini menghadapi era transisi yang sangat luar biasa dan menghadapi tantangan yang besar dalam upaya membesarkan dan mendidik anak-anak, sebab generasi orang tua dan guru saat ini dibesarkan dalam sebuah era yang jauh berbeda dengan era anak-anak sekarang.
Berikut ini adalah video mengenai abad 21 Semoga bermanfaat