Setiap tanggal satu suro desa saya memperingati merti dusun yang diselenggarakan di pelataran keraton Bathok Bolu Sambiroto. Merti dusun ini biasannya di laksanakan selama tujuh hari. Setiap malamnnya masyarakat Dusun Sambiroto menyuguhkan kesenian- kesenian daerah seperti kuda lumping, campur sari, wayangan dan dimeriahkan dengan arak- arakan bentara prajurit Bathok Bolu. Di arak- arakan ini, warga Dusun Sambiroto biasanya menggarak tumpeng berupa sayuran hasil panen, nasi kuning dan nasi uduk yang dibentuk tumpeng dan dihias sedemikian rupa. Hal ini di lakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan.Arak- arakan biasanya dimulai dari lapangan sambiroto menuju ke Pelataran Keraton Bathok Boludengan diikuti prajurit pembawa tombak, prajurit pembawa tameng, prajurit pembawa alat musik, prajurit perempuan sebagai penabur bunga, kepala desa dan warga sambiroto yang berpakaian kejawen.Sesampainya di alun- alun Keraton Bathok Bolu, dilanjutkan dengan di lakukan serah terima secara simbolis banyu panguripan dan uba rampe dari bregada prajurit kepada punggawa upacara adat.
Bentara Bergodo Bathok Bolu didesa saya sudah sering mengikuti festival- festival yang diselenggarakan di keraton yogyakarta dan sering mendapatkan penghargaan. Bergodo Bathok Bolu ini pada tahun 2015 kemarin juga dikirim ke Jakarta sebagai perwakilan dari DIY untuk menunjukan kesenian dan tradisi Yogyakarta. Selama kurang lebih sebulan, semua penari baik itu prajurit laki- laki dan perempuan diajarkan menari dan latihan baris agar dapat berbaris secara rapi. Dalam perlombaan kebudayaan yang dilaksanakan di Jakarta tepatnya di TMII ini diikuti oleh semua daerah di indonesia baik itu dari kalimantan, papua, maluku, surabaya, jakarta, solo dan masih banyak lagi. dalam perlombaan Kebudayaan Nusantara ini, bergodo bathok bolu mengantongi 4 piala kategori barisan terapi, kostum termenarik, atraksi terbaik, dan kemeriahan. dan satu piala umum bergilir setra uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 sebagai warga Sambirto, saya sangat bangga karena memiliki dusun yang cinta akan tradisi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar